Workshop Pengembangan SOP Layanan Kesehatan Inklusif Program Inklusi ‘Aisyiyah Bojonegoro
Worskhop Pengembangan SOP layanan Kesehatan Inklusif diadakan oleh program Inklusi Pimpinan ‘Aisyiyah Daerah Bojonegoro pada Rabu, 26/02/25. Kegiatan bertempat di Gedung dakwah Muhammadiyah lantai 2 Bojonegoro.
Sambutan sekaligus membuka acara Dra Siti Nurhayati, Senior program Inklusi ‘Aisyiyah Bojonegoro menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan pengembangan layanan Kesehatan inklusif yang telah diselenggarakan pada 25 Januari 2025.
“dalam kegiatan ini ditambahkan peserta dari penyandang disabilitas desa Margomulyo kecamatan Balen,penyandang disabilitas perlu kita undang karena hari ini akan Menyusun SOP layanan Kesehatan inklusif agar penyandang disabilitas dapat merasakan dan mengetahui secara langsung bahwa mereka diperhatikan oleh pemerintah” ucapnya.
Peserta yang hadir terdiri dari pengelola layanan Kesehatan dan staf pelayanan Kesehatan dari Puskesmas Balen, puskesmas Kesongo, Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Sumberejo, Rumah Sakit ‘Aisyiyah Bojonegoro, majelis Kesehatan PD ‘Aisyiyah Bojonegoro, dan anggota disabilitas desa Margomulyo.
Narasumber kegiatan, dr Sophiati Sutjahjani.,M.Kes ketua Majelis Kesehatan PWA Jawa Timur memaparkan materi pengembangan SOP Layanan Kesehatan mengawali paparan dengan mengajak perkenalan peserta satu persatu dan dilanjutkan menampilkan video layanan Kesehatan inklusif.
Beberapa hal yang disampaikan dalam paparan ialah :
- Ragam penyandang disabilitas
- Ruang lingkup layanan Kesehatan penyandang disabilitas
- Penyiapan fasilitas layanan Kesehatan penyandang disabilitas di RS, Puskesmas, RBM.
- Penyiapan tenaga layanan Kesehatan penyandang disabilitas di RS, Puskesmas, RBM.
- SOP Layanan Kesehatan penyandang disabilitas di RS, Puskesmas, RBM.
- Rencana Tindak Lanjut.
Dilanjutkan dengan pembuatan SOP layanan Kesehatan disabilitas, peserta dibagi 5 kelompok, setiap kelompok membuat 2 SOP layanan Kesehatan disabilitas.
Workshop ini ditutup dengan presentasi setiap kelompok dan dilanjutkan tanya jawab, antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab dan diskusi. (Ummu Faizatin Ni’mah)