Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah Difabel digelar dengan Sukses PDA Bojonegoro
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Bojonegoro melalui program Inklusi menyelenggarakan Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) bagi difabel atau penyandang disabilitas sealam dua hari, Selasa – Rabu (11-12/12/24).
Kegiatan dilaksanakan di aula Taqwa Bojonegoro dengan diikuti oleh 28 peserta dari disabilitas di seluruh Bojonegoro. Peserta yang hadir dari komunitas Difabel, PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) kabupaten Bojonegoro.
Tujuan diadakan kegiatan SWA ini ialah untuk meningkatkan kapasitas baik kesadaran, keterampilan, dan semangat berwirausaha bagi disabilitas atau kelompok rentan lainnya sehingga dapat berdaya dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Turut hadir wakil ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Nelly Asnifati ia berharap dari peserta yang hadir dapat memberikan respon positif dengan mendengarkan seksama, dan dapat meningkatkan potensi-potensi para peserta. Ia pun juga mengajak para disabilitas untuk saling belajar Bersama
“kita disini selama dua hari akan sama-sama saling belajar dan saling menyiapkan apa ilmu yang akan didapatkan, dengan belajar ini akan mendapatkan pahala karena manusia diwajidbkan belajar dari lahir hingga liang lahat, diniatkan hadir disini juga karena Allah SWT” ucapnya.
Dengan bersamaan Nelly memberikan sambutan dan ekaligus membuka acara SWA selama 2 hari tersebut.
Dalam kegiatan terdspat fasilitator, Nelly Asnifati ia meminta para difabel memperkenalkan diri masing-masing, ditinjau dari perkenalan tersebut, peserta yang hadir telah memiliki beberapa usaha namun yang paling banyak berprofesi sebagai penjahit.
Tim Inklusi PD ‘Aisyiyah Bojonegoro menghadirkan beberapa narasumber yang sesuai dengan materi yang diberikan, narasumber tersebut ialah:
- Bambang Utomo memberikan materi tentang prinsip inklusif dalam pemberdayaan ekonomi/ pemberdayaan ekonomi berspektif GEDSI spiritual dan mental bisnis
- Lina, Pimpinan Wilayah Jawa Timur materi tentang merancang usaha dan bisnis plan
- Kristianingsih, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pelestarian Swadaya (P4S) Gading tentang manajemen produksi, pembukuan usaha dan membangun branding.
- Aditya, P4S Gading memberikan materi tentang pemasaran produk offline dan online.
- Mahesa, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro tentang manajemen produksi dan pembukuan usaha.
- Tatik Lutfiati, Pimpinan Wilayah Jawa Timur tentang jejaring usaha.
Peserta disabilitas, Tika selama dua hari mengikuti kegiatan mengaku senang mendapatkan ilmu dan relasi yang baru, ia berharap kegiatan seperti ini dapat berjalan Kembali dengan pelatihan sehingga usaha yang dijalankan dapat memperluas konsumen. (Ummu Faizatin Ni’mah)
Dokuementasi kegiatan dapat dilihat lebih banyak di tatutan berikut FOTO