'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
SINERGI PENCEGAHAN STUNTING Peran Keluarga Dalam Optimalisasi Pola Asuh Anak secara Holistik Integrative
03 Agustus 2021 14:00 WIB | dibaca 32
SINERGI PENCEGAHAN STUNTING
Peran Keluarga Dalam Optimalisasi Pola Asuh Anak secara Holistik Integrative
( Tinjauan dari Segi Agama, Pendidikan, Kesehatan, dan Psikologi).
 
Acara seminar online dibuka oleh MC,Ibu  Fahtya Rosyida, SKM  yang juga staff di RSA.
Sambutan pertama oleh dokter Tomi yang juga direktur RSA Bojonegoro, Beliau menyatakan bahwa dalam angka statistik ada 79,55 juta anak dan bayi di Indonesia yang perlu ditangani secara serius tumbuh kembangnya. Kenapa, karena merekalah generasi penerus perjuangan bangsa.
Fase balita ini sangan urgen bahkan dal RPJMD dituangkan program khusus penanganan penurunan kematian ibu hamil serta melahirkan. Tentu kerja keras, sinergi dari berbagai pihak perlu segera dilakukan agar tidak semakin parah kondisi balitanya.
 
Sedangkan sambutan dari ibu Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Bojonegoro Ibu Dra.Siti Nurhayati menyatakan bahwa kegiatan seminar online ini dilakukan atas petunjuk PWA Jatim, agar gerakannya semakin masif. PDA Bojonegoro termasuk 22 Kabupaten  dari 38 Kabupaten di Jatim yang menangani masalah stunting ini secara mandiri.Semoga dengan adanya sinergi antara RSA dan PDA ini menjadi stat awal pencegahan stunting.
 
Sementara itu 3 narsum memberi materi berbeda, yang pertama judul dr.Retno Nurhayati selaku dokter anak di RSA Bojonegoro, memaparkan pentingnya sel-sel otak saling terhubung dengan stimulasi. Stimulasi ini perlu diketahui oleh calon ibu maupun bumil.Dengan nutrisi yang baik, maka sel otak akan cepat berkembang dan tidak mengalami gizi buruk berakibat stunting. 
Paparan Ibu Erni Ernawati.S.Gz menekankan pentingnya gizi seimbang dengan varian nutrisi dari nabati hewani maupun buah dan sayur. Variasi menu untuk balita sangat diharapkan agar anak suka konsumsi makanan sesuai kebutuhan perkembangannya. Disamping itu juga penanaman hidup bersih dan sehat sangat menunjang tumbuh kembang balita. 
Sementara paparan materi ke tiga oleh Ibu Hartati S.Psi. psikolog alumni UGM Jogjakarta ini menekankan betapa pentingnya kondisi psikologi ibu hamil dalam perannya membentuk fisik maupun mental anak saat dilahirkan. Bumil harus bahagia agar anak juga tumbuh secara normal sensor motoriknya. Keyakinan bahwa anak adalah anugrah Allah yang perlu dirawat, diasuh secara baik dimulai sejak dalam kandungan, agar lahir anak yang berkualitas.
 
Acara ditutup dengan do'a dan komitmen keberlanjutan program upaya pencegahan stunting dengan bersinergi bersama antara masyarakat, pemerintah tentu  Aisyiyah sebagai pionernya gerakan sosial kemasyarakatan ini.
Shared Post: